BANDAR LAMPUNG – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kota Bandar Lampung mencatat total 202 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak sepanjang periode Januari hingga Oktober 2025. Data ini menunjukkan bahwa tingkat kekerasan masih berada pada level yang mengkhawatirkan.
Kepala Dinas PPPA Bandar Lampung, Maryamah, menyampaikan rincian data tersebut sebagai berikut:
1. Kekerasan Terhadap Anak: 115 Kasus
Kasus anak mendominasi, dengan rincian:
| Jenis Kasus | Jumlah (Kasus) |
| Kekerasan Seksual terhadap Anak | 90 |
| Kekerasan Fisik/Penganiayaan | 17 |
| Bullying (Perundungan) | 3 |
| Konseling | 3 |
| TPPO/ Trafficking | 2 |
| Total | 115 |
2. Kekerasan Terhadap Perempuan Dewasa: 87 Kasus
Kasus yang menimpa perempuan dewasa, dengan rincian:
| Jenis Kasus | Jumlah (Kasus) |
| Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) | 48 |
| Kekerasan Fisik/Penganiayaan | 14 |
| Kekerasan Seksual/Pencabulan | 11 |
| Perselingkuhan | 6 |
| Penelantaran Keluarga | 3 |
| Perebutan Hak Asuh Anak | 2 |
| Konseling KBGO (Kekerasan Berbasis Gender Online) | 2 |
| TPPO/Trafficking | 1 |
| Total | 87 |
Perbandingan dengan Tahun 2024
Jika dibandingkan dengan tahun 2024 yang mencatat total 194 kasus kekerasan (71 kasus perempuan dan 123 kasus anak), tren kekerasan, terutama pada anak, masih menunjukkan angka tinggi. Kepala Dinas PPPA menekankan bahwa kasus kekerasan seksual terhadap anak menjadi perhatian utama yang memerlukan penanganan lintas sektor yang lebih agresif.








