JAKARTA – Aktivitas belanja online yang meningkat signifikan menjelang Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) pada 12 Desember, turut diikuti dengan kenaikan ancaman kejahatan digital. PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) atau Blibli merespons hal ini dengan memperketat keamanan platform dan mengedukasi pelanggan.
Strategi Keamanan Blibli
Menurut IT GRC Manager Blibli, Yosua Sugianto, perlindungan dari ancaman siber harus dilakukan dari dua arah:
-
Penguatan Platform: Blibli terus memperkuat pertahanan siber dan memastikan setiap transaksi pelanggan aman dan terlindungi, terutama menjelang peningkatan aktivitas belanja.
-
Peningkatan Literasi Pengguna: Peningkatan literasi keamanan siber menjadi kunci agar pengguna mampu mengenali berbagai modus penipuan yang terus berkembang dan mengetahui langkah-langkah sederhana untuk menghindarinya.
Komitmen Keamanan Global
Upaya Blibli dalam menjaga keamanan platform dibuktikan dengan konsistensi mereka dalam mempertahankan sertifikasi standar global, yaitu:
-
ISO 27001:2022: Standar global manajemen keamanan informasi. (Blibli adalah e-commerce pertama di Indonesia yang memperoleh sertifikasi ini pada Desember 2019).
-
ISO 27701:2019: Standar global tata kelola privasi yang selaras dengan UU Perlindungan Data Pribadi (UU No 27/2022) dan regulasi internasional seperti GDPR.
Blibli mengimbau masyarakat untuk selalu bertransaksi di platform yang kredibel, aman, dan tepercaya untuk menghindari kerugian.








