Jakarta – Banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera (Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat) diyakini oleh pakar ilmu tanah dari IPB University, Basuki Sumawinata, dipicu oleh fenomena alam ekstrem, yaitu siklon tropis luar biasa.
Basuki membantah anggapan yang mengaitkan banjir secara langsung dengan keberadaan perkebunan kelapa sawit.
Penjelasan Pakar
-
Penyebab Utama: Siklon tropis ekstrem membawa curah hujan (CH) luar biasa dalam waktu yang sangat singkat.
-
Volume Air: Curah hujan selama kejadian siklon mencapai sekitar 400 mm dalam 1–3 hari. Jumlah ini jauh melampaui curah hujan bulanan normal (biasanya 150–200 mm).
-
Kemampuan Tanah: Dengan volume air sebesar itu (setara 4.000 meter kubik air per hektare), tidak ada sistem lahan mana pun—termasuk hutan primer—yang mampu meresapkan air sepenuhnya.
-
Dampak: Akibatnya, terjadi aliran permukaan (run off) yang masif di areal yang luas (200–300 km, meliputi pegunungan, perbukitan, dan dataran rendah), yang akhirnya menyebabkan banjir dan tanah longsor.
Basuki menambahkan bahwa erosi dan longsor bahkan lebih mungkin terjadi di hutan alami yang berada di topografi curam saat terjadi hujan ekstrem, karena tidak ada sistem lahan yang bisa menahan volume air sebesar 400 mm per hari.








