JAKARTA – Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, dan Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta, Bayu Meghantara, menjelaskan faktor-faktor utama yang menyebabkan tingginya jumlah korban meninggal dunia (22 orang) dalam kebakaran Gedung Terra Drone di Kemayoran.
1. Jalur Evakuasi yang Sempit dan Terbatas
Faktor krusial yang diidentifikasi adalah masalah pada jalur evakuasi vertikal gedung:
-
Akses Tangga Sempit: Kapolres Susatyo menyebutkan bahwa tangga menuju rooftop (atap) tempat evakuasi sangat sempit, menyulitkan banyak karyawan untuk mencapai lokasi aman dengan cepat.
-
Evakuasi ke Rooftop: Rata-rata korban yang selamat berhasil dievakuasi setelah mencapai rooftop dan menyeberang ke gedung sebelah.
-
Kelelahan Korban: Kombes Susatyo menduga sebagian korban yang meninggal sudah dalam kondisi lemas dan tidak memiliki cukup tenaga untuk berlari ke atas menuju rooftop.
Kepala Dinas Damkar, Bayu Meghantara, juga menyoroti jalur evakuasi terbatas yang hanya mengarah ke rooftop, dan mencapai jalur tersebut membutuhkan energi yang besar, terutama dalam kondisi panik (kalutan).
2. Kebakaran Cepat Menyebar Saat Jam Istirahat
-
Titik Api: Kebakaran bermula dari lantai 1, yang diduga berasal dari baterai drone yang terbakar. Lantai 1 diketahui berfungsi sebagai gudang.
-
Kondisi Karyawan: Saat kejadian, para karyawan sedang beristirahat makan siang. Sebagian berada di luar gedung, sementara sebagian besar lainnya berada di dalam, tersebar di lantai 2, 3, hingga 6.
-
Penyebaran Asap: Api membesar dengan cepat karena Lantai 1 adalah gudang, dan asap tebal langsung naik secara masif ke lantai-lantai atas, terutama hingga lantai enam, menjebak para karyawan.
Pihak kepolisian masih menunggu hasil Tim Laboratorium Forensik (Labfor) untuk memastikan penyebab pasti terbakarnya baterai drone tersebut.








