NGANJUK – Situasi di rumah kos tanpa nama di Jalan Mongonsidi, Kelurahan Payaman, Kabupaten Nganjuk, kini berubah drastis setelah terjadinya tragedi pembunuhan ibu dan anak di salah satu kamarnya. Rumah kos yang sebelumnya terisi penuh (tujuh kamar) kini menjadi sepi dan nyaris tak ada lalu lalang penghuni.
Dampak Psikologis pada Penghuni
-
Trauma Mendalam: Pasca tragedi berdarah pada Selasa (25/11/2025) pukul 23.30 WIB, satu per satu penyewa kos memilih untuk angkat kaki karena dibayangi rasa trauma dan takut hal buruk terjadi pada mereka.
-
Mengungsi: Salah seorang penghuni kos mengaku dirinya memutuskan untuk mengungsi di rumah rekan, terutama pada malam hari, dan jarang menempati kamar kosnya lagi sampai waktu yang belum ditentukan.
-
Pindahnya Penghuni: Penghuni tersebut menyebutkan, sehari setelah peristiwa memilukan itu, dua penghuni langsung pindahan, dan diikuti oleh penghuni-penghuni lain yang barang-barangnya diangkut bertahap.
Latar Belakang Lokasi
-
Kejadian: Pembunuhan ibu dan anak (satu keluarga) terjadi di kamar kos nomor dua.
-
Pelaku: Polisi telah membekuk pelaku pembunuhan tersebut.
-
Kondisi Kos: Rumah kos tersebut memiliki tujuh kamar yang berderet memanjang. Setiap ruang berukuran sekitar 3×6 meter, berisi satu kamar tidur, ruang tamu, dapur, dan kamar mandi.
Kondisi sepi ini mencerminkan rasa takut dan terguncang yang dialami para penyewa akibat peristiwa kriminal yang terjadi di tempat tinggal mereka.








